Para Ilmuwan Meminta Industri Manufaktur untuk Mengurangi Emisi Beracun
Sebuah tim peneliti internasional telah menerbitkan laporan di jurnal Inggris Scientific Reports, yang menyerukan industri manufaktur global untuk menggunakan bahan baku yang lebih berkelanjutan dan kurang beracun dalam proses produksi untuk mengurangi "jejak toksikologi" dan memerangi perubahan iklim global.

Tim yang dipimpin oleh akademisi di Universitas Sheffield ini menggunakan data dari Inventaris Pelepasan Racun AS untuk menganalisis dampak emisi beracun. Mereka menemukan bahwa banyak faktor eksternal memengaruhi emisi beracun, termasuk pola resesi dan pemulihan ekonomi, pertumbuhan penduduk, perubahan konsumsi total, dan struktur produksi.
Misalnya, AS mengurangi "jejak toksikologi" sebesar 42 persen antara tahun 1999 dan 2006, sebagian besar sebagai hasil dari industri pertambangan dan penggalian yang mengurangi tingkat emisi beracun mereka melalui peningkatan teknologi dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Para peneliti menunjukkan bahwa emisi karbon dioksida telah dipantau dari waktu ke waktu, dan emisi beracun memiliki dampak besar terhadap lingkungan, tetapi pemantauan yang relevan masih terbatas. Studi ini akan membantu menganalisis cara mengurangi emisi beracun secara lebih efisien di masa mendatang, terutama mengingat dampak perubahan emisi dari industri pertambangan dan penggalian, yang perlu diatur lebih baik untuk memfasilitasi pengurangannya.
Rekan penulis Ian Rennie, seorang profesor di Universitas Sheffield, mengatakan penelitian tersebut menyoroti pentingnya memahami dampak emisi kimia beracun dan perlunya manufaktur global untuk menggunakan bahan baku yang lebih berkelanjutan dan kurang beracun untuk produksi, sehingga mengurangi polusi yang terkait dengan ekstraksi bahan tersebut.





